Rosdalina Bukido Ajak Akademisi UIN Palu Tingkatkan Kualitas Publikasi Ilmiah di Era Digital
Palu, 22 September 2025 – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggelar kegiatan strategis bertajuk “Membangun SDM Unggul di Era Digital Melalui Publikasi Ilmiah sebagai Pilar Intelektualisasi.” Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum., CPM., sebagai narasumber utama, dengan fokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan mahasiswa dalam bidang publikasi ilmiah.

Dalam paparannya, Prof. Rosdalina menegaskan bahwa publikasi ilmiah merupakan “nyawa akademisi” karena tidak hanya meningkatkan reputasi individu, tetapi juga memperkuat kredibilitas institusi pendidikan. Beliau menekankan pentingnya motivasi, prinsip hidup yang jelas, serta kedisiplinan dalam menulis sebagai fondasi utama menuju kualitas publikasi yang lebih baik.
Data yang dipaparkan menunjukkan lonjakan signifikan jumlah publikasi Indonesia di basis data Scopus dalam kurun waktu 2014 hingga 2022, dari sekitar 6.000 dokumen menjadi lebih dari 43.000. Meski demikian, Indonesia masih tertinggal dalam hal sitasi per artikel dibandingkan Singapura dan Malaysia. Fakta ini, menurut Prof. Rosdalina, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi akademisi Indonesia untuk lebih menekankan kualitas daripada sekadar kuantitas publikasi.


Selain membahas strategi publikasi, kegiatan ini juga menyoroti ancaman jurnal predator yang kerap menjerat penulis pemula. Prof. Rosdalina mengingatkan agar dosen dan mahasiswa lebih cermat dalam memilih jurnal, serta memanfaatkan teknologi secara etis melalui perangkat seperti ChatGPT, Grammarly, hingga Mendeley untuk mendukung tata bahasa, sitasi, dan parafrase akademik.
“Etika publikasi adalah reputasi dan kepercayaan ilmiah. Tanpa kejujuran, orisinalitas, dan tanggung jawab, publikasi akan kehilangan makna,” tegasnya dalam sesi diskusi interaktif yang diikuti antusias oleh peserta.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya SDM unggul dari UIN Datokarama Palu yang berdaya saing global melalui karya-karya ilmiah bereputasi. Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa dan dosen diharapkan tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga produsen yang memberi kontribusi nyata bagi perkembangan akademik internasional.


