Opini

Menjemput Ramadhan: Menguatkan Empati Sosial Menuju Kemenangan

Oleh: Prof. Dr. Rosdalina Bukido, S.Ag., M.Hum., CPM.

Selasa, 17 Februari 2026 Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. telah menggelar sidang isbat di hotel Borobudur Jakarta yang disiarkan langsung melalui stasiun televesi. Dalam sidang isbat tersebut Menteri Nasaruddin Umar mengumumkan bahwa awal 1 Ramadhan 1447 H yakni jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026 M.

Penetapan awal Ramadhan tersebut menjadi pijakan awal bagi ummat islam melaksanakan rukun islam yang ke empat. Perintah menjalankan ibadah puasa tercantum dalam Al-Quran surah Al-Baqarah:183

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Demikian juga dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:

……. فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ……

Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah.

Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa perintah melaksanakan puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi umat Islam di seluruh dunia. Kewajiban ini hendaknya dilandasi dengan iman yang kuat serta niat semata-mata hanya karena Allah Swt. Pencapaian terhadap pelaksanaan salah satu rukun islam ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya niat yang ikhlas semata-mata mengabdi kepada sang Khalik Allah Swt. Hal ini tercantum dalam Al-Quran Surah Adz-dzariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

Ibadah manusia sebagai hamba kepada Allah sang pencipta jagad raya ini mutlak dilakukan tanpa melihat waktu atau bulan apa saja. Namun, keutamaan melaksanakan ibadah puasa hanya diberikan pada bulan Ramadhan dalam penanggalan Hijriyah.

Keutamaan menjalankan ibadah puasa juga terdapat dalam hadits Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan dilandasi keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang lalu. Dan siapa saja yang melaksanakan qiyamulail pada lailatulkadar dengan dilandasi keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang lalu.

Puasa Menguatkan Empati Sosial Menuju Kemenangan.

Tujuan berpuasa sebagaimana yang tercantum dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah:183 adalah mencapai Ketakwaan. Takwa tidak hanya sebagai tujuan, akan tetapi menjadi hamba yang beriman dan dilandasi dengan niat hanya semata-mata mengharapkan pahala dari Allah Swt.

Ketika jiwa manusia mau tunduk melaksanakan segala perintah agama dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang Allah inilah yang menjadi esensi dari Takwa. Dengan demikian manusia selalu menahan diri untuk melaksanakan segala bentuk maksiat baik di bulan Ramadhan maupun di luar bulan suci ini.

Orang yang berpuasa menahan diri dari lapar, dahaga/rasa haus, dan hubungan suami isteri serta segala bentuk larangan bagi yang berpuasa. Segala bentuk kenikmatan ini akan “hilang” saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Kenikmatan tersebut akan begitu berharganya ketika manusia kehilangannya. Oleh karenanya, hal ini pada gilirannya akan menggugah rasa empati pada orang-orang miskin yang tidak hanya “kehilangan nikmat” saat berpuasa akan tetapi mungkin di hari-hari lainnya juga tidak dapat menikmatinya dengan sempurna. Puasa akan menambah rasa belas kasihan, rasa empati kepada sesama, sehingga uluran tangan untuk saling membantu, saling berbagi dan saling mengasihi serta meringankan beban sesama itu bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk. Inilah esensi takwa yang menjadi tujuan kita berpuasa di bulan Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *