Uncategorized

Rosdalina Bukido: Perempuan Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa di Era Digital

Tondano, 10 Mei 2026 – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Provinsi Sulawesi Utara, Prof. Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum., menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai penjaga moral bangsa di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media digital. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Fatayat Berbagi dan Kajian Bersama Ketua PW yang diselenggarakan oleh PC Fatayat NU Minahasa.

Kegiatan dalam rangka memperingati Harlah ke-76 Fatayat NU tersebut berlangsung pada Ahad, 10 Mei 2026, di Masjid Agung Al Falah Kiai Modjo, Kampung Jawa, Tondano.
Dalam kajiannya yang bertajuk “Perempuan Tangguh di Era Digital: Pilar Keluarga dan Penjaga Moral Bangsa,” Rosdalina Bukido menyoroti tantangan besar yang dihadapi perempuan di era modern, terutama dalam menghadapi pengaruh media sosial, krisis moral, serta perubahan pola interaksi dalam keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa. Karena itu, perempuan tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan digital, tetapi harus tampil sebagai pelopor pendidikan moral, penguatan keluarga, dan penyebaran nilai-nilai keislaman yang moderat.


“Perempuan hari ini harus cerdas secara digital, kuat secara moral, dan aktif menjaga ketahanan keluarga. Jika perempuan lemah, maka masa depan generasi juga ikut terancam,” ujar Rosdalina di hadapan peserta kajian.


Ia juga mengajak kader Fatayat NU untuk terus memperkuat kapasitas intelektual dan sosial agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman dan kebangsaan. Semangat Harlah ke-76 Fatayat NU yang mengusung tema “Berdaya, Berdampak, Mendunia” disebutnya sebagai momentum penting untuk memperluas kontribusi perempuan NU dalam kehidupan masyarakat.


Selain kajian keagamaan, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi sosial Fatayat Berbagi sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Acara berlangsung penuh antusias dan dihadiri kader Fatayat NU, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Minahasa. Melalui kegiatan ini, PC Fatayat NU Minahasa berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan penguatan peran perempuan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Sulawesi Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *